Hotel di Lombok Mau Renovasi?

Ini yang Perlu Dicek dari Sisi Lingkungan

Hotel Renovasi Tidak Hanya Soal Bangunan

Ketika sebuah hotel melakukan renovasi, perhatian biasanya langsung tertuju pada desain kamar, lobby, kolam renang, restoran atau fasilitas baru.

Padahal dari sisi lingkungan, perubahan kecil pada bangunan dapat memengaruhi sistem yang sudah berjalan.

Contohnya, hotel menambah kamar tetapi kapasitas IPAL tidak dievaluasi. Restoran diperbesar tetapi sistem pengelolaan air limbah dapur tidak ikut diperiksa. Area laundry ditambah tetapi jalur air limbah masih menggunakan sistem lama.

Di sinilah evaluasi lingkungan sebelum renovasi menjadi penting.

Apa yang Perlu Dicek?

1. Perubahan jumlah kamar

Penambahan kamar dapat meningkatkan jumlah penghuni dan aktivitas hotel.

Artinya, kebutuhan air dan potensi timbulan air limbah juga perlu diperhitungkan kembali.

2. Kapasitas IPAL

IPAL yang sebelumnya cukup untuk kondisi lama belum tentu ideal setelah hotel mengalami ekspansi.

Jangan hanya melihat ukuran fisik bak. Evaluasi juga beban aktual, debit dan kondisi operasional.

3. Sistem perpipaan

Renovasi bangunan dapat mengubah jalur pembuangan.

Pastikan perubahan saluran tidak menyebabkan air limbah masuk ke sistem drainase yang tidak semestinya.

4. Dapur dan restoran

Perluasan kitchen atau restoran biasanya meningkatkan penggunaan air dan menghasilkan lebih banyak minyak, lemak serta sisa organik.

Sistem pengelolaannya perlu ikut dievaluasi.

5. Laundry

Penambahan kamar dapat meningkatkan volume laundry.

Jika kapasitas laundry bertambah, sistem air limbahnya juga perlu diperhatikan.

6. Limbah konstruksi

Renovasi menghasilkan material sisa seperti kayu, logam, kemasan, material bongkaran dan jenis limbah lainnya.

Material tersebut perlu dikelola berdasarkan karakteristiknya.

Bagaimana dengan Dokumen Lingkungan?

Perubahan kegiatan tidak sebaiknya langsung dianggap tidak berpengaruh terhadap dokumen lingkungan.

Hotel perlu melihat kembali dokumen yang dimiliki dan membandingkannya dengan kondisi setelah renovasi.

Pertanyaan sederhananya:

"Apakah kondisi hotel setelah renovasi masih sama dengan kondisi yang digambarkan dalam dokumen?"

Jika jawabannya tidak, perlu dilakukan review lebih lanjut.

Kesimpulan

Renovasi hotel sebaiknya tidak hanya dilihat dari sisi arsitektur.

Bangunan berubah → kapasitas kegiatan berubah → aspek lingkungan dapat ikut berubah.

Karena itu, evaluasi lingkungan sebaiknya dilakukan sebelum pekerjaan renovasi berjalan terlalu jauh.

Baca Juga: Konsultan Lingkungan Hotel di Lombok

PT. LPPL Lombok siap membantu hotel dan usaha pariwisata melakukan review aspek lingkungan sebelum renovasi, ekspansi maupun perubahan fasilitas.

Posting Komentar

0 Komentar